Apakah soal nyaman terungkap
Di sikap yang takkan berubah
Di pulau yang ku namai rumah dahulu
Apakah rumah itu terbakar?
Karna bersuara soal hatiku
Lebih baik berdiam sahaja
Di pulau yang kunamai rumah dahulu
Tetap tiap bunga akan ku siram
Walau yang kulalu tetap ku pendam
Dengan harapan, namun sampai bila?
Harus begini
Ku minta maaf (kau minta maaf)
Aku yang salah (memang kau salah)
Ku minta maaf (kau minta maaf)
Aku yang salah (memang kau salah)
Apa kau fikir ku tak merasa
Retak yang tertumbuh di tiap jeda
Bukan tak ingin aku bersuara
Namun ku takut karamkan segala-galanya
Tetap tiap bunga akan ku siram
Walau yang kulalu tetap ku pendam
Dengan harapan, namun sampai bila?
Harus begini
Ku minta maaf (kau minta maaf)
Aku yang salah (memang kau salah)
Ku minta maaf (kau minta maaf)
Aku yang salah (memang kau salah)
(Apakah soal nyaman terungkap)
(Di sikap yang takkan berubah)
(Tetap tertunggu, tetap mengalah)
(Di pulau yang kunamai rumah dahulu)
(Apakah rumah itu terbakar?)
(Karna bersuara soal hatiku)
(Lebih baik berdiam sahaja)
(Di pulau yang kunamai rumah dahulu)




0 yang menasihati:
Post a Comment
Untuk kesudian membaca dan memberi berkata-kata - saya berterima kasih.