Lirik:


(Verse 1)

Langkahku menuju ke rumah-Mu 

Air mata rindu tak terbendung lagi

Dalam setiap sujud, dalam setiap doa

Kuterima panggilan-Mu, Ya Allah


(Chorus)

Salam Baitullah, salam penuh cinta

Ku datang mencari redhaMu

Kaabah menjadi saksi

Ampunilah dosa-dosaku


(Verse 2)

Tawaf mengalun zikir dan syukur

Di tanah haram ku temui damai

Hapuskan segala resah di kalbu

hanya padamu aku mengadu


(Chorus)

Salam Baitullah, salam penuh cinta

Ku datang mencari redhaMu

Kaabah menjadi saksi

Ampunilah dosa-dosaku



(Outro)

Salam Baitullah…

Salam kerinduan…

 



(verse)

apa salahku kau melukai diriku

apa dosaku terhadap diriimu


mana janjimu ingin bersamaku,

rupanya dirimu menduakan aku


(pre chorus)

jelaslah ini semua 

manis dibibir bukannya hatimu 

tak perlu kau katakan lagi 

jelas kau memilih dia bukannya diriku terhapus sudah semuanya


(chorus)

tuhan.. hapuskanlah segalanya 

tentang dirinya

tuhan… hadirkanlah pengganti dia

untuk terakhirnya

agar aku bisa bahagia..

tanpa adanyaa


(solo)


jelaslah ini semua 

manis di bibir bukannya hatimu

tak perlu kau katakan lagi

jelas kau memilih dia

bukannya diriku

terhapus sudah semuanya


tuhan.. hapuskanlah

segalanyaa

tentang dirinya

tuhan.. hadirkanlah

pengganti dia 

untuk terakhirnya

agar aku bisa bahagia

agar aku bisa lupakannya

untuk selamanya




.

---

KOSONG (Lirik)


Paman darimana? Dari ibu kota

Paman bawa apa? Bawa cita - cita 

Cita - cita apa? Jadi orang kaya

Kenapa ke desa? Paman gagal kaya


Reff:

Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu

Pahit dan elegi cemari mimpi. 

Nikmati kosong dan memulai kembali


Paman sedang apa? Susun cita - cita

Cita - cita apa? Jadi orang biasa

Biasa gimana? Biasa berkarya

Kenapa ke desa? Sesak benar di kota


Reff:

Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu

Pahit dan elegi cemari mimpi. 

Nikmati kosong dan memulai kembali

Nikmati kosong dan memulai kembali

Nikmati kosong dan memulai kembali




Verse

Kegelisahan didalam kedinginan

Meniti sepi keseorangan

Sebuah kematian yang tiada bernisan

Sendu mengiringi perpisahan


Ruang nan luas diri bergerak bebas

Namun keupayaanku terbatas

Segala mimpi menjadi api

Perit membakar diri


Chorus

Sebuah cinta dan harapan

Menjadi debu berterbangan

Tersekat nafasku kabur pandangan mataku

Amat tersiksa diriku

Kerna kehilanganmu


Oh mengapakah terus mengharap menanti

Walau cukup kusedari

Kau tak kan kembali


Verse 2

Pemergianmu mengisi permintaan

Biarpun dikau masih kuperlukan

Kita dikatakan pasangan bahagia

Kini terasing luka


Chorus

Sebuah cinta dan harapan

Menjadi debu berterbangan

Tersekat nafasku kabur pandangan mataku

Amat tersiksa diriku

Kerna kehilanganmu


Oh mengapakah terus mengharap menanti

Walau cukup kusedari

Kau tak kan kembali

 




Bertemu kita pada detik terindah 

Tersimpul kata pada janji sakinah 

Di bahuku tempat kau gantungkan harapan 

Di hatimu ku semat puspa kesetiaan 


Citra kasih kisah perjuangan cinta 

Penuh suka duka tangis dan tertawa 

Tak kan ku rela melukai hatimu 

Tak sanggup terluka hilangmu 


Kau Fatimah pemilik jiwa yang tabah 

Diuji payah imanmu tak pernah goyah 

Akulah Ali tempat kau melepas lelah 

Dalam bersujud mengadu pada-Nya 


Di sebalik takdir ku temui qudwah 

Pada setiap ujian tersingkap hikmah 

Engkau penenang di samudera nan gelisah 

Berseri mahligai di teduh rahmah 


Ku serahkan segala 

Pada rahmat kasih-Nya 

Bahagia 

di dunia dan di syurga 








Anem Arnamee 2025 © TERIMA KASIH ♥



click to te top