Apa yang terzahir Ku pura-pura Apa yang terlahir

Semua angkara dirimu Cuba membunuh jiwaku


Aku berdiri Meski terluka

Ku beri sejambak bunga tanda Aku hargai

Terima kasih

Kerna dirimu ku temui Aku


Aku tak terzahir Rasa membenci Aku tak terlahir

Merundukkan pada dirimu Cuba membunuh jiwaku


Aku berdiri Meski terluka

Ku beri sejambak bunga tanda Aku hargai

Terima kasih

Kerna dirimu ku temui Aku


Aku hargai

Terima kasih

Kerna dirimu ku temui aku




 



 

mendapatkan dirimu

anugerah terindah untuk ku

selamanya dengan mu harapan terbesarku

 

meski diluar sana

ada yang lebih baik darinya

tapi aku tetap setia

menjaga cintanya

 

selama nyawa ini ~!

masih ada dalam raga ini

takkan ku ingkari

janji suci ku untuk mu kasih

karena yang aku mahu

hanya kamu

bukan yang lainnnnn~

ohhhhhh~~

 

andainya aku bisa

beritahu seisi dunia

bahwa cinta kita

kekal abadi untuk selamanya~

sampai bila dunia ini kan terhenti

cintaku takkan mati~

 

Hoo hooo hooo~

 

meski diluar sana

ada yang lebih baik darinya

tapi aku tetap setia

menjaga cintanya

 

Solo

 

selama nyawa ini ~!

masih ada dalam raga ini

takkan ku ingkari

janji suci ku untuk mu kasih

Kerana yang aku mahu

hanya kamu

bukan yang lainnnnn~

ohhhhhh~~

 

Andainya aku bisa

beritahu seisi dunia

bahwa cinta kita

kekal abadi untuk selamanya~

sampai bila dunia ini kan terhenti

cintaku takkan mati~

 

Hoo hooo

 

sampai bila dunia ini kan terhenti

cintaku takkan mati~








Ku bisikkan kata cinta ikhlas dariku

Yang memerlukan kasih dan sayang-Mu

Izinkan ku bawa hatiku bersama 

Memohon pimpinan-Mu


Apakah hari esok ada untukku

Mengucapkan kata cinta kepada-Mu

Ku berharap Kau tunaikan cita-citaku

Akhir bersama-Mu


Mungkin tak ku bisa kerana salahku 

Yang mengotor diri dan banyak dosaku

Hingga ku abdikan jiwaku untuk bersama-Mu 

Izinkan ku hidup dalam kasih-Mu


Ku mengejar cinta-Mu dan bawaku bersama

Menuju bahagia di dalam sejahtera

Tiada kata indah ku mengagung nama-Mu

Lafaz kasih suci


Harapan yang ada moga diterima

Ku bersujud rayu di penghujung masa

Hadirlah cinta-Mu di setiap helaku

Dan berseru Engkaulah Rahmanku




Langkah sudah diperkemas

Niat sudah diperhalus

Cakap hias dan berkias

Adab tinggi kekal tulus


Dayung sudah di tangan sayang

Perahu di air sudah

Biar putih tulang sayang

Jangan sekali putih mata 


CHORUS

Terbang tinggi tinggi

Tinggi lagi

Dari pangkal ke hulu

Awanan jadi saksi

Ahaa.. 

Terbang tinggi tinggi

Sekali lagi

Perkasa jiwamu

Jadi bintang di langit

Ahaa... 


Rempuh, tawan, tempuh, lawan

Suara hati jadi bekalan

Apa ada di mata minda

Galas sampai jadi kenyataan


Dayung sudah di tangan sayang

Perahu di air sudah

Biar putih tulang sayang

Jangan sekali putih mata


CHORUS 

Terbang tinggi tinggi

Tinggi lagi

Dari pangkal ke hulu

Awanan jadi saksi


Terbang tinggi tinggi

Sekali lagi

Perkasa jiwamu

Jadi bintang di langit

Ahaa


(Aman Ra)

Hidup tak kerana kau

Mati tak kerana sumpah


Hendak berjuang


Adat periuk berkerak


Adat lesung berdedak


Hendak berwang


Bertentang muka


Menghadap kawan


Jangan sampai berkeris


Bercekak pinggang


Menghadap lawan

Jangan sampai mengemis


Jika tiada
 tangan diikat di langit

dan kaki dipasak di bumi


Maka tiada perlu
mengoyak langit


dan menterbalikkan bumi


Yang berat sama diangkat


Hanya bersama yang
sebangsa denganku


Yang jauh sama diperdekat hanya bersama yang
 selangkah denganku


Dayung sudah di tangan sayang

Perahu di air sudah

Biar putih tulang sayang

Jangan sekali putih mata


CHORUS

Terbang tinggi tinggi

Tinggi lagi

Dari pangkal ke hulu

Awanan jadi saksi


Terbang tinggi tinggi


Terbang tinggi tinggi

Sekali lagi

Perkasa jiwamu

Jadi bintang di langit




*****



Antara sumber: shahbanaherman4329

 



Apakah soal nyaman terungkap

Di sikap yang takkan berubah

Di pulau yang ku namai rumah dahulu


Apakah rumah itu terbakar?

Karna bersuara soal hatiku

Lebih baik berdiam sahaja

Di pulau yang kunamai rumah dahulu


Tetap tiap bunga akan ku siram

Walau yang kulalu tetap ku pendam

Dengan harapan, namun sampai bila?

Harus begini


Ku minta maaf (kau minta maaf)

Aku yang salah (memang kau salah)

Ku minta maaf (kau minta maaf)

Aku yang salah (memang kau salah)


Apa kau fikir ku tak merasa

Retak yang tertumbuh di tiap jeda

Bukan tak ingin aku bersuara

Namun ku takut karamkan segala-galanya


Tetap tiap bunga akan ku siram

Walau yang kulalu tetap ku pendam

Dengan harapan, namun sampai bila?

Harus begini


Ku minta maaf (kau minta maaf)

Aku yang salah (memang kau salah)

Ku minta maaf (kau minta maaf)

Aku yang salah (memang kau salah)


(Apakah soal nyaman terungkap)

(Di sikap yang takkan berubah)

(Tetap tertunggu, tetap mengalah)

(Di pulau yang kunamai rumah dahulu)


(Apakah rumah itu terbakar?)

(Karna bersuara soal hatiku)

(Lebih baik berdiam sahaja)

(Di pulau yang kunamai rumah dahulu)















Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top