Tiap sudutku
Hadir bayangmu
Langkah berat, aku buntu
Aku lelah

Nada manismu
Ternyata dusta
Percaya ku mati dalam hati
Tanpa cinta

Aku cuba
Hapus jejak
Ternyatamu puisi berulang kisah

Saat denganmu
Jangan menjauh

Meski ku tahan rinduku
Namun kurelakan
Semoga kau utuh

Walau ku harus ikhlaskanmu
Lepaskanmu,
Setiaku, takkan menjauh

Nada manismu
Ternyata dusta
Percaya ku mati dalam hati
Tanpa cinta

Aku cuba
Hapus jejak
Ternyatamu puisi berulang kisah

Saat denganmu
Jangan menjauh

Meski ku tahan rinduku
Namun kurelakan
Semoga kau utuh
Walau ku harus ikhlaskanmu,
Lepaskanmu,
Setiaku

Kau dan aku, di antara rindu

Saat denganmu
Jangan menjauh
Meski ku tahan rinduku
Namun kurelakan

Semoga kau utuh
Walau ku harus ikhlaskanmu
Lepaskanmu
Setiaku

Takkan menjauh
Takkan menjauh
Takkan menjauh




Kerana aku ingin kita berkawan

Bukan hanya sekadar di muka halaman

Dengarlah pesanan dari seorang kawan

Kawan mengingatkan kawan kerana sayang


Tak semua kau kenal itu di susah senangmu

Ada mendekati sekadar bila perlu


Seorang kawan yang amat dipercayai

Sering menasihat dan menasihati

Dia berpesan jika disakiti jangan berdendam

Tapi cubalah membalas dengan kebaikan


Ada kawan kita rasa baik hati

Tetapi dia yang memegang belati

Di hadapan kita dia memuji

Di belakang kita dia mengeji


Tak semua kau kenal itu hadir di susah senangmu

Ada mendekati sekadar bila perlu


Seorang kawan yang amat dipercayai

Sering menasihat dan menasihati

Dia berpesan jikalau disakiti jangan berdendam

Tapi cubalah membalas dengan kebaikan


Kawanku maksudkan adalah ayahku

Yang menjadi kawan sejak remajaku


Seorang kawan yang amat dipercayai

Sering menasihat dan menasihati

Dia berpesan jika disakiti jangan berdendam

Tapi cubalah membalas dengan kebaikan


Seorang kawan yang amat disenangi

Setia kawan dan mudah berkongsi

Direndah dia tidak menjadi sampah

Disanjung tidak pula dia menjadi gunung


Segala pesanannya tersemat di dada

Kini dia telah pun tiada


Segala pesanannya tersemat di dada

Kini dia telah pun tiada

 




Lirik:


(Verse 1)

Langkahku menuju ke rumah-Mu 

Air mata rindu tak terbendung lagi

Dalam setiap sujud, dalam setiap doa

Kuterima panggilan-Mu, Ya Allah


(Chorus)

Salam Baitullah, salam penuh cinta

Ku datang mencari redhaMu

Kaabah menjadi saksi

Ampunilah dosa-dosaku


(Verse 2)

Tawaf mengalun zikir dan syukur

Di tanah haram ku temui damai

Hapuskan segala resah di kalbu

hanya padamu aku mengadu


(Chorus)

Salam Baitullah, salam penuh cinta

Ku datang mencari redhaMu

Kaabah menjadi saksi

Ampunilah dosa-dosaku



(Outro)

Salam Baitullah…

Salam kerinduan…

 



(verse)

apa salahku kau melukai diriku

apa dosaku terhadap diriimu


mana janjimu ingin bersamaku,

rupanya dirimu menduakan aku


(pre chorus)

jelaslah ini semua 

manis dibibir bukannya hatimu 

tak perlu kau katakan lagi 

jelas kau memilih dia bukannya diriku terhapus sudah semuanya


(chorus)

tuhan.. hapuskanlah segalanya 

tentang dirinya

tuhan… hadirkanlah pengganti dia

untuk terakhirnya

agar aku bisa bahagia..

tanpa adanyaa


(solo)


jelaslah ini semua 

manis di bibir bukannya hatimu

tak perlu kau katakan lagi

jelas kau memilih dia

bukannya diriku

terhapus sudah semuanya


tuhan.. hapuskanlah

segalanyaa

tentang dirinya

tuhan.. hadirkanlah

pengganti dia 

untuk terakhirnya

agar aku bisa bahagia

agar aku bisa lupakannya

untuk selamanya




.

---

KOSONG (Lirik)


Paman darimana? Dari ibu kota

Paman bawa apa? Bawa cita - cita 

Cita - cita apa? Jadi orang kaya

Kenapa ke desa? Paman gagal kaya


Reff:

Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu

Pahit dan elegi cemari mimpi. 

Nikmati kosong dan memulai kembali


Paman sedang apa? Susun cita - cita

Cita - cita apa? Jadi orang biasa

Biasa gimana? Biasa berkarya

Kenapa ke desa? Sesak benar di kota


Reff:

Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu

Pahit dan elegi cemari mimpi. 

Nikmati kosong dan memulai kembali

Nikmati kosong dan memulai kembali

Nikmati kosong dan memulai kembali








Anem Arnamee 2025 © TERIMA KASIH ♥



click to te top