Hari demi hari aku terus melangkah

Walau hati retak tak siapa yang kisah

Pernah aku simpan semua tekanan

Senyum tiada seri, hidup tiada erti


Kamu tak tahu perang yang aku lawan

Jiwaku mengamuk, ku menahan beban

Pernah aku simpan semua tekanan

Senyum tiada seri, hidup tiada erti


Tekanan yang datang menghukumi diriku

Hilang jalan pulang

Bebanan yang datang buat aku hilang

Aku ingin pulang


Kalau mereka tahu apa dalam dada

Mungkin mereka takkan bercakap sewenang-wenangnya

Aku sakit tapi aku sembunyi

Sebab dunia tak faham sakit yang tak nampak di hati


Dalam gelap ku belajar berdiri

Tak tunggu siapa datang selamatkan hati

Beribu kata pedih pernah ditelan

Aku tetap pilih jadi yang di depan


Orang cari salah laku tak pernah lurus

Tapi Tuhan tahu semuanya ikhlas tulus

Kadang dada sempit susah nak tarik nafas

Tapi aku tetap kuat walau hidup ni keras


Tekanan yang datang menghukumi diriku

Hilang jalan pulang

Bebanan yang datang buat aku hilang

Aku ingin pulang


Kalau mereka tahu apa dalam dada

Mungkin mereka takkan bercakap sewenang-wenangnya

Aku sakit tapi aku sembunyi

Sebab dunia tak faham sakit yang tak nampak di hati


Tak kuat (tak kuat), tak kuat (tak kuat), masih ku berjalan

Tak kuat (tak kuat), tak kuat (tak kuat), untuk menanggung beban






Dari kelam datangnya cahaya,

Hadirmu bawa khabar gembira,

Tiada setara kau teristimewa.


Baru kini ku tahu maksud merindu,

Walau dekat masih terasa jauh,

Antara ruang & waktu,

Ku selalu menyebut namaMu,

Setia menemani selalu.


Bertanya-tanya pada si Sang Cahaya,

Mengapa datang hanya seketika,

Fana dunia gelap gelita.


Serasa binar mata saat kau tiba,

Waktu berjalan terasa perlahan,

Dari jauh harumMu,

Menusuk ke dalam jiwaku,

Biarkan saja ia begitu.


Antara ruang & waktu,

Ku selalu menyebut namaMu,

Setia menenami selalu


Bertanya-tanya pada si Sang Cahaya,

Mengapa datang hanya seketika?

Tinggal lebih lama.


Dari kelam datangnya cahaya,

Hadirmu bawa khabar gembira,

Kau TERISTIMEWA







Lyrics:


مالك على العرش سمائي مهيمن

(Malik 'alal-'Arsyi samaa'i muhaiminun)


Yang tinggal, yang tinggal

Tangan kecil yang menggigil

Yang tinggal, yang tinggal

Darah merah, nyawa kerdil

Yang tinggal, yang tinggal

Dari sungai ke lautan

Yang tinggal, yang tinggal

Hanya mimpi dan harapan


Mentari bocor celah kaca retak

Suara yang meredakan semalaman yang memekak

Engkau tu lapar, keluar, pulang bawa roti

Katanya pasti ummi, dahinya dikucupi

Menyusur, gusar, redah kota yang kelumpuhan

Debu berpusar ikut 'nari celah runtuhan

Angkasa tenang, pagi aneh tiada letupan

Simfoni perang tidur moga terpelihara degupan


Syukran, roti dicapai dan dijulang

Terbayang senyum umminya teruja mahu pulang

Genggaman diperkemas, langkahnya dideraskan

Berlari-lari anak nyanyi lagu kebebasan

Di selekoh terakhir terhenti terdengar bunyi

Dituli suara pembuli zanana yang digeruni

Sendiri, kaku, keliru berhadapan dengan maut

Ummi aku takut, tiada yang menyahut


Yang tinggal, yang tinggal

Tangan kecil yang menggigil

Yang tinggal, yang tinggal

Darah merah, nyawa kerdil

Yang tinggal, yang tinggal

Dari sungai ke lautan

Yang tinggal, yang tinggal

Hanya mimpi dan harapan


Fikiran ummi kucar, melihat luar, drone berputar,

Mencari-cari nyawa mana nak dibubar

Dia terapung di selekoh di antara runtuh kota

Ternampakkan lembaga manis buat mencukup kuota

Sasaran dikunci, sinaran datang membuta

Jeritan disepi, bedilan datang meluka

Kepulan dan percikan, serpihan dan cebisan

Sayup-sayup muncul suara kecil yang keperitan


Ditarik keluar jiran tahan rasa duka

Jasadnya bernyawa tapi dah berubah rupa

Semua kacir, tangisan dan takbir

Diseret celah lorong tuju hospital terakhir

Doktor jerit ya rabb! satu demi satu

Moga cukup anaesthesia, moga cukup waktu

Selang berapa detik, bom kedua gugur

Hospital rebah ke bumi, semuanya terkubur


Yang tinggal, yang tinggal

Tangan kecil yang menggigil

Yang tinggal, yang tinggal

Darah merah, nyawa kerdil

Yang tinggal, yang tinggal

Dari sungai ke lautan

Yang tinggal, yang tinggal

Hanya mimpi dan harapan


مَا الَّذِي يَبْقَىٰ؟

حِينَ تُحْرَمُ أَيْدِي الْأَطْفَالِ مَا الَّذِي يَبْقَىٰ؟

وَالْأَمَانِيُّ فِي الظَّلَامِ مَا الَّذِي يَبْقَىٰ؟

مَعَ الدُّمُوعِ وَالدَّمَارِ مَا الَّذِي يَبْقَىٰ؟

إِلَّا رَحْمَةُ الرَّحْمَٰنِ مَلِيكٌ عَلَىٰ عَرْشِ السَّمَاءِ مُهَيْمِنٌ

Mā allazī yabqā? hīna tuhramu aydiya al-atfāl

Mā allazī yabqā? wal-amāniyyu fī az-zalām

Mā allazī yabqā? ma'a ad-dumū'i wa ad-damār 

Mā allazī yabqā? illā rahmatu ar-Rahmān


Seorang lagi bapa di liang lahad

Anak melawan tangis

Pengakhiran yang tragis, mangsa genosida sadis

Ibunya meratap dalam keracauan

Talkin menusuk hati, mata masih ngimbas awan

Sejak Nakba berapa jenazah kecil dah diusung?

Berapa dah dilumpuh berapa dah dibutat, dikudung?

Lindungi kanak-kanak dari perperangan toksik

Meha nahar adhayam falasteen tiheye khofshit

Falasteen tiheye khofshit


Yang tinggal, yang tinggal

Tangan kecil yang menggigil

Yang tinggal, yang tinggal

Darah merah, nyawa kerdil

Yang tinggal, yang tinggal

Dari sungai ke lautan

Yang tinggal, yang tinggal

Hanya mimpi dan harapan


إِلَّا رَحْمَةُ الرَّحْمَٰنِ

مَلِيكٌ عَلَىٰ عَرْشِ السَّمَاءِ مُهَيْمِنٌ

(Illā rahmat ar-Rahmān)

(Malikun 'alā 'arshi as-samā'i muhayminun)








Lyrics:


(verse)


I can’t stop

Looking

Kamu memiliki energy yang istimewa

Body rock

Movin

Kayak tempo yang mengikut cara kamu gerak


Can I be the one to give you want you want

Tak mahu bicara lagi


(Pre Chorus)


So if you got plans

Throw them all out

If you got somebody else

Tell em you’re mine now

You set the place

I’ll set the time

Then we can go live


(Chorus)

Baby Baby I

Want you one on one

Want you one on one

Want you one on one

I can’t lie


(Verse 2)


Tak pernah rasa

Rasakan sesuatu yang lebih dari indah

Tapi kamu

Kamu telah mengubah

Pemahaman ku selamanya


Can I be the one to give you want you want

Tak mahu bicara lagi


(Pre Chorus)


So if you got plans

Throw them all out

If you got somebody else

Tell em you’re mine now

You set the place

I’ll set the time

Then we can go live


(Chorus)

Baby Baby I

Want you one on one

Want you one on one

Want you

I can’t lie




[Aina] 

Dalam terang malam

Ku cari semua yang telah padam

Dari suaramu

Dendam dan rindu fana


Dan ku melayang

Terhempas kenyataan

Yang membunuhku dalam jiwaku

Yang memimpikan rindu


[Noh Hujan] 

Namun ku tersedar

Harkat pilu yang mengintai rejam

Kaulah putri ayu

Yang kan menyimpan dendam


Dan ku berjalan

Menghampiri kenyamanan

Yang kan ku hujam dalam dosaku

Aku telah mencarimu


[Duet] 

Tak bisa kan

Kugantikan semua yang tercela

Akan ku renggut

Kebahagiaanmu


Wahai putrimu

Maafkan ku lepas pesan ini

Kau kan membunuhku

Dalam bencimu


*Ulang duet










Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top