Showing posts with label Adrian Khalif. Show all posts
Showing posts with label Adrian Khalif. Show all posts

Lirik:

ulah siapa yang bisa buatku begini gila?
ini bahagia apa menderita?

langit lagi bagus-bagusnya
tapi bagiku biasa saja
dia buatku terkesima

menyapamu tak berani, menciummu apalagi
mata, pundak, lutut, kaki
gemetar kuberdiri

kalau sampai kumiliki
tak mau ku tidur lagi
alamat malah nanti kau pergi

kalau ada sembilan nyawa
mau samamu saja semuanya
ini dada isinya kamu semua
alamak, inikah jatuh cinta?

apa kamu sayang?
apa khayalan? cubit aku sekarang
buat mabuk kepayang
seketika pingsan mana nafas buatan?
can i see you for a minute?
boleh aku visit?
see your mom and dad aku pamit
kalau memang naga-naganya kau berkenan
kuberangkat sekarang

menyapamu tak berani, menciummu apalagi
mata, pundak, lutut, kaki
gemetar kuberdiri

kalau sampai kumiliki
tak mau ku tidur lagi
alamat malah nanti kau pergi

kalau ada sembilan nyawa
mau samamu saja semuanya
ini dada isinya kamu semua
alamak, inikah jatuh cinta?

minimal kau bilang bila kau tak sayang
biar kutahan perasaan
jadi berhenti kau menatap
Karena ku tak kuat,
ku tak kuat berharap

kalau ada sembilan nyawa
mau samamu saja semuanya
(coba buka) isinya kamu semua
oh gawat ini ku jatuh cinta

kalau ada sembilan nyawa
(langit kalah mempesona)
tak mau yang lain-lainnya
ini dada isinya kamu semua
alamak, inikah jatuh cinta?

gila 
naga-naganya ku telah jatuh cinta
alamak, inikah jatuh cinta?



 



Hu uh uh

Yeah yeah

Hu uh uh

Dari seribu jalan di dunia

Mengapa

Berpapasan bertemu dia

Inginnya lari pergi tanpa kata

Menyapa

Sudut mata hafal rupanya

Lupa bahwa lupakannya tak mudah tapi itu senyuman yang ku suka

Sepertinya sama

Tatapan khas matanya masih yang lama

Kau ajak bicara

Seketika kembali ku jatuh cinta

Sialan dia

Sakit dan air mata sia sia

Dari begitu banyak manusia

Mengapa lagi lagi dia yang kujumpa

Malam hangat tapi ku terjaga

Rindukan dirinya si pusat kecewa

Lupa bahwa lupakannya tak mudah

Tapi menyangkut dia ku tak bisa

Sepertinya sama

Tatapan khas matanya masih yang lama

Kau ajak bicara

Seketika kembali ku jatuh cinta

Sialan dia

Sakit dan air mata sia sia

Melesat tepat di titik kelemahanku

Letaknya di hati hatiku ini

Terbaik tetap selalu ada singgasana

Tempat untuknya

Sepertinya sama

Tatapan khas matanya masih yang lama

Kau ajak bicara

Seketika kembali ku jatuh cinta

Sialan dia

Sakit dan air mata sia sia

Dari begitu banyak manusia

Mengapa lagi lagi hanya dia

Malam yang hangat tapi ku terjaga

Hanyalah dia si pusat kecewa

Dari begitu banyak manusia

Mengapa lagi lagi hanya dia

Malam yang hangat tapi ku terjaga

Rindukan dia si pusat kecewa











Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top