Showing posts with label Panji Sakti. Show all posts
Showing posts with label Panji Sakti. Show all posts

 



Demikianlah kita hari ini

Masih bersama saling mencukupi

Aku yang berjuang

Pun engkau bertahan

Demi hidup yang lebih baik


Orang bicara tentang kita

Asyik berprasangka dan menerka

Nggak sedikit yang resah 

Bertanya bila kita berpisah

Cari jalan bagaimana baiknya


Aku nggak tahu

Nggak pernah tahu

Mungkin lebih baik aku nggak diberi tahu

Engkau yang pergi atau aku

Yang penting Dia menggenggam kita

Sembuhlah 

sembuh kita semua

 



tak terkira cahaya 

menerangi jarak pandang hamba

satu per satu tertangkap 

terhimpun memuliakan rasa


hingga saat cahaya perlahan redup 

menjelma remang gelap pudarlah warna


kumohon beri kekuatan

tuk meraih cahaya yang tersisa dalam jiwa

beri kesempatan melihat

keagungan hakikat cinta di hujung hayat


maka dalam gelap hamba tak kan tersesat


hingga saat cahaya perlahan redup 

menjelma remang gelap pudarlah warna


kumohon beri kekuatan

tuk meraih cahaya yang tersisa dalam jiwa

beri kesempatan melihat

keagungan hakikat cinta di hujung hayat


kumohon beri kekuatan

tuk meraih cahaya yang tersisa dalam jiwa

beri kesempatan melihat

keagungan hakikat cinta di hujung hayat


maka dalam gelap hamba tak kan tersesat

bila dalam gelap hamba tak kan tersesat

meski dalam gelap hamba tak kan tersesat

agar dalam gelap hamba tak kan tersesat








Mengenangmu sungguh di kalbuku

Senyumanmu damaikan hatiku

Nggak seperti aku kepadamu

Selalu saja risaukan hatimu


Menimangmu pada saat itu

Bagai mimpi-mimpi yang terbeli

Memelukmu sepenuh jiwaku

Menjagamu apapun yang terjadi


Ada derita

Ada bahagia

Kita lalui bersama

Kaulah udara

Kaulah energi

Kaulah belahan jiwa


Nggak kan cukup lagu cinta manapun

Untuk melukiskan agungnya rasa

Syukurku atas kehadiranmu

Penuh cinta dan kasih


Oh, Ayahanda, kau yang ku cinta

Engkaulah yang utama

Kaulah udara

Kaulah energi

Kaulah belahan jiwa


Nggak kan cukup lagu cinta manapun

Untuk melukiskan agungnya rasa

Syukurku atas kehadiranmu

Penuh cinta dan kasih


Duhai, Sang Hawa

(Iya, Ayah?)

Kau yang ku cinta

Engkaulah yang utama

Kaulah udara

Kaulah energi

Kaulah belahan jiwa


Nggak kan cukup lagu cinta manapun

Untuk melukiskan agungnya rasa

Syukurku atas kehadiranmu

Penuh cinta dan kasih


Nggak kan cukup lagu cinta manapun

Untuk melukiskan agungnya rasa

Syukurku atas kehadiranmu

Penuh cinta dan kasih


Nggak kan cukup lagu cinta manapun











Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top