Mengenangmu sungguh di kalbuku
Senyumanmu damaikan hatiku
Nggak seperti aku kepadamu
Selalu saja risaukan hatimu
Menimangmu pada saat itu
Bagai mimpi-mimpi yang terbeli
Memelukmu sepenuh jiwaku
Menjagamu apapun yang terjadi
Ada derita
Ada bahagia
Kita lalui bersama
Kaulah udara
Kaulah energi
Kaulah belahan jiwa
Nggak kan cukup lagu cinta manapun
Untuk melukiskan agungnya rasa
Syukurku atas kehadiranmu
Penuh cinta dan kasih
Oh, Ayahanda, kau yang ku cinta
Engkaulah yang utama
Kaulah udara
Kaulah energi
Kaulah belahan jiwa
Nggak kan cukup lagu cinta manapun
Untuk melukiskan agungnya rasa
Syukurku atas kehadiranmu
Penuh cinta dan kasih
Duhai, Sang Hawa
(Iya, Ayah?)
Kau yang ku cinta
Engkaulah yang utama
Kaulah udara
Kaulah energi
Kaulah belahan jiwa
Nggak kan cukup lagu cinta manapun
Untuk melukiskan agungnya rasa
Syukurku atas kehadiranmu
Penuh cinta dan kasih
Nggak kan cukup lagu cinta manapun
Untuk melukiskan agungnya rasa
Syukurku atas kehadiranmu
Penuh cinta dan kasih
Nggak kan cukup lagu cinta manapun
0 yang menasihati:
Post a Comment
Untuk kesudian membaca dan memberi berkata-kata - saya berterima kasih.