Showing posts with label Sudirman Haji Arshad. Show all posts
Showing posts with label Sudirman Haji Arshad. Show all posts




Verse

Kegelisahan didalam kedinginan

Meniti sepi keseorangan

Sebuah kematian yang tiada bernisan

Sendu mengiringi perpisahan


Ruang nan luas diri bergerak bebas

Namun keupayaanku terbatas

Segala mimpi menjadi api

Perit membakar diri


Chorus

Sebuah cinta dan harapan

Menjadi debu berterbangan

Tersekat nafasku kabur pandangan mataku

Amat tersiksa diriku

Kerna kehilanganmu


Oh mengapakah terus mengharap menanti

Walau cukup kusedari

Kau tak kan kembali


Verse 2

Pemergianmu mengisi permintaan

Biarpun dikau masih kuperlukan

Kita dikatakan pasangan bahagia

Kini terasing luka


Chorus

Sebuah cinta dan harapan

Menjadi debu berterbangan

Tersekat nafasku kabur pandangan mataku

Amat tersiksa diriku

Kerna kehilanganmu


Oh mengapakah terus mengharap menanti

Walau cukup kusedari

Kau tak kan kembali




Tanggal 31

Bulan lapan, 57

Merdeka, merdeka

Tetaplah merdeka

Ia pasti menjadi sejarah


Tanggal 31

Bulan lapan, 57

Hari yang mulia

Hari bahagia

Sambut dengan jiwa yang merdeka


Mari kita seluruh warga negara

Ramai-ramai menyambut hari merdeka

Merdeka!

31, bulan lapan, 57

Hari mulia, negaraku merdeka


Tanggal 31

Bulan lapan, 57

Merdeka, merdeka

Tetaplah merdeka

Ia pasti menjadi sejarah


Tanggal 31

Bulan lapan, 57

Hari yang mulia

Hari bahagia

Sambut dengan jiwa yang merdeka


Mari kita seluruh warga negara

Ramai-ramai menyambut hari merdeka

Merdeka!

31, bulan lapan, 57

Hari mulia, negaraku merdeka


Mari kita seluruh warga negara

Ramai-ramai menyambut hari merdeka

Merdeka!

31, bulan lapan, 57

Hari mulia, negaraku merdeka


Merdeka!

Merdeka!

Merdeka!

Merdeka!











Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top