Showing posts with label Cover. Show all posts
Showing posts with label Cover. Show all posts





Oh.. peliknya rasa
Pabila dikau tiada

Teringatku di masa lalu
Bersenda di taman yang indah
Sungguh riangnya di hatiku
Karena kini kita berjaya

Citaku tercapai
Punyai kebebasan
Dan dikau berjaya
Telah berjaya

Sinaran..
Mentari menyinari
Menyusuk ke jiwaku
Ketika bersamamu

Mesranya..
Bila kita berdua
Bagai mahligai indah yang tumbuh
Di muka dunia..

Uh, pikiran tak menentu
Terjadi yang selalu
Ada bersama aku
Ya kamu

Uh, sinaran mentariku
Tinggalkan yang dahulu
Genggamlah erat tangan
Pandanglah aku

Mengejar apa dicita
Kerjaya ataupun cinta?
Biar terukir senyuman itu
Bahagia jadi tanda

Selama hati tak berdusta
Selami jiwa yang merontah
Ya aku percaya.. aku percaya
Aku percaya ye..

Isi hati penuh dengan harapan
Mata hati kongsi banyak gambaran
Biarku biar tulis sejarah
Tak percaya? Biar aku percaya

Aku berjaya..
Punyai kebebasan
Dan dikau berjaya
Telah berjaya..

Sinaran..
Mentari menyinari
Menyusuk ke jiwaku
Ketika bersamamu..

Mesranya..
Bila kita berdua
Bagai maghligai indah
Yang tumbuh di muka dunia

Oh.. peliknya rasa (peliknya rasa)
Pabila (pabila) dikau tiada hoo..
Bagai kenangan yang tiba
Menuju cahaya sedang menyinar hoo..

Sinar ..sinaran.. sinaran
Mentariku menyinar
Pabila dikau pulang
Pabila dikau pulang oh baby

Bersamaku..

Mesranya..
Bila kita berdua
Bagai mahligai indah yang tumbuh
Di muka dunia






[LAGU ASAL DINYANYIKAN OLEH PENYANYI LAGENDA KITA - DATO' SHEILA MAJID]

 



(VERSE) AFIQ

Ku tertanya apa tujuan ku dicipta?

Untuk apa ku hidup 

adakah sia-sia?

Lama aku mencari

Makna hidupku ini

Akhirnya cahaya mula hadir dan menyapa


(AMMAR)

Hidup ini adalah untukNya

Menjadi terbaik di

pandanganNya


(SHAFIQ)

Walau ujianNya penuh warna  warni

Tuhan tahu kau boleh boleh boleh


(AMMAR)

Dia mengujimu kerna dia cinta cinta

Engkau mampu harungiNya


PRE KORUS

(AFIQ)

Mungkin tak semua yang akan faham

Apa ujian yang aku rasakan

(AMMAR)

Namun kala sedih dan luka 

ku percaya masih lagi 

(AFIQ)

adanya harapan


KORUS (SHAFIQ)

Hari ini indah 

walau tak sempurna

Engkau senyumlah

adanya harapan

Percayalah semua

baik baik sahaja

Engkau senyumlah

adanya harapan


RAP(AIMAN AFIF)

Hatiku perlu tetap 

Biarpun badai menghempap

hampir aku tersesat

tak kuat

Ku tak mahu terperangkap 

Ya Allah tetapkan hati ku didalam mentaatiMu

Hanya padaMu ku ratap

Jangan Kau azab

Ku harap


HAFIZ

Ku damba kasih sayangMu

Ku jatuh cinta denganMu

ku serahkan hari esok padaMu

segala susah senang aku sudah tenang

kerna hatiku adaMu Allah


KORUS (SHAFIQ)

Hari ini indah 

walau tak sempurna

Engkau senyumlah

adanya harapan

Percayalah semua

baik baik sahaja

Engkau senyumlah

adanya harapan




 "Aku Bukan Untukmu"





Dahulu kau mencintaiku

Dahulu kau menginginkanku

Meskipun tak pernah ada jawabku

Tak berniat kau tinggalkan aku


Sekarang kau pergi menjauh

Sekarang kau tinggalkan aku

Di saat ku mulai mengharapkanmu

Dan ku mohon maafkan aku


Aku menyesal t'lah membuatmu menangis

Dan biarkan memilih yang lain

Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu

Pasti itu terbaik untukmu


Janganlah lagi kau mengingatku kembali

Aku bukanlah untukmu

Meski ku memohon dan meminta hatimu

Jangan pernah tinggalkan dirinya

Untuk diriku


Sekarang kau pergi menjauh

Sekarang kau tinggalkan aku

Di saat ku mulai mengharapkanmu

Dan ku mohon maafkan aku


Aku menyesal t'lah membuatmu menangis

Dan biarkan memilih yang lain

Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu

Pasti itu terbaik untukmu


Janganlah lagi kau mengingatku kembali

Aku bukanlah untukmu

Meski ku memohon dan meminta hatimu

Jangan pernah tinggalkan dirinya

Untuk diriku


Meski ku memohon meminta hatimu

Jangan pernah tinggalkan dirinya

Untuk diriku




Su lama dekat hampir masuk minta

Hati su hancur mo kas salah sapa

Ado mama ini paling sial ow

Su jaga bae bae orang pu jodoh

Sa jaga bae bae

Jaga bae bae

Nona pu hati sa jaga bae bae

Tapi di akhir baru putus sa menyesal

Su jaga bae bae orang pu jodoh

Waktu muda sama-sama

Tapi tua su beda

Waktu muda berdua

Tapi tua ko deng dia

Muda ko nginap tapi

Cuma sebentar

Akhir te enak orang lain

Yang datang lamar

Susah sa buka jalan

Su lama sa tahan dan

Sudah sa buka lahan

Tapi dia yang tanam

Sumpah sa jaga dari gelap sampe terang

Sia-sia percuma saya jaga jodoh orang

Kas hancur ni hati baru ko bilang

Eh maaf ko

Sa sangka mentok di ko eh salah

Jang marah ko

Kaka su berjuang banting tulang kirim uang

Buat kas nona rumah biar nanti bisa pulang

Ternyata nona bermain

Cinta su punya yang lain

Aduw mama

Sa ni bukan lambat

Su deng yang laen

Tiap hari mama tanya kapa lai

Dia tra pulang lai ew

Gas ke pengadilan ew

Su lama dekat hampir masuk minta

Hati su hancur mo kas salah sapa

Ado mama ini paling sial ow

Su jaga bae bae orang pu jodoh

Sa jaga bae bae

Jaga bae bae

Nona pu hati sa jaga bae bae

Tapi di akhir baru putus sa menyesal

Su jaga bae bae orang pu jodoh

Sakit yang ini ku tidak pernah bisa tau

Yang model begini ni sumpah buka sa pu mau

Samape begitu

Sa jamin di pelaminan kita ketemu

Tapi sa datang dengan status jadi tamu

Sa jaga bae bae dong kasi tagae

Sa jaga sampe bodok ko orang pu jodoh

Jang sampe tuhan salah tunjuk

Sampe sa salah jaga tulang rusuk

Ko pi cari yang model tiada bentuk

Sudah berjuang jatuh bangun

Mungkin cinta salah tuntun

Hasil akhir buang handuk

Rasanya ditusuk-tusuk

Sa rugi besar anggaran berlipat ganda

Baru dia dapat frei frei

Tanpa adanya usaha

Ini yang dong bilang kasih cuma sekejap

Datang kasi nyaman finishnya bikin sesak

Sa bikin fondasi dia tinggal pasang atap

Adow su jatuh bangun

Ko deng dia yang menetap

Su Lama dekat hampir masuk minta

Hati su hancur mo kas salah sapa

Ado mama ini paling sial ow

Su jaga bae bae orang pu jodoh

Sa jaga bae bae

Jaga bae bae

Nona pu hati sa jaga b

ae bae

Tapi di akhir baru putus sa menyesal

Su jaga bae bae orang pu jodoh




*Nyanyian asal oleh Near




Walaupun esok ada mentari

Apakah secerah hari ini

Harap begitulah dan moga mudahlah

Perjalanan hidupku


Berat benar langkah

Rela dalam pasrah

Yang aku harap harapkan

Tak kesampaian


Ku tinggalkan semalam yang indah

Sememangnya itu tak ku duga

Lamanya berkasih indahnya berjanji

Sanggup sehidup semati


Ucapan semalam kini berlainan

Kau yang dulu ku kenali menjadi duri


Tergamaknya hatimu sayang

Menciptakan luka pada aku yang setia

Dahulu kau bisik kalimah

Walau apa terjadi kasih tak berubah

Mungkin tika itu aku berharta


Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma

Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang

Semuanya memandang kebendaan

Andainya kedaifan dan rupa pun lah kurang


Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata

Tergamaknya hatimu sayang

Menciptakan luka pada aku yang setia

Dahulu kau bisik kalimah


Walau apa terjadi kasih tak berubah

Mungkin tika itu aku berharta

Cahaya cintamu bersinar rekaan cuma

Mengertilah ku kini kasih sayang sekarang

Semuanya memandang kebendaan

Andainya kedaifan dan rupa pun lah kurang


Tiada siapa sudi memandang walau sebelah mata

Begitulah aku ini kau umpamakan

Di kaca matamu aku mengisahkan

Tergamak kau

Tergamak





Iera Milpan telah menyanyikan semula (cover) lagu Kumpulan Leon Balasan Ja ji Palsumu.





Pada suatu waktu

Engkau bersumpah

Bahawa engkau ikhlas menyintaku

Dan engkau berjanji

Akan setia kepadaku


Aku pun percaya

Sumpah setiamu

Lalu aku pun terima dirimu

Sebagai kekasih

Ku serah oh jiwa dan raga ini

Hanyalah untukmu


Di awal percintaan


Sungguh indah hidup kita

Dan kemesraanmu

Membangkitkan kasih sayang

Betapa relaku

Berkorban untuk mu


Tetapi mengapa dengan tiba-tiba

Engkau membenciku

Hingga kau tergamak

Tidak sudi lagi memandangku


Oh dimana sumpah setiamu

Dahulu oh... sayang

Seandainya suatu hari nanti

Hidupmu tak bahagia

Itulah balasan

Sumpahan janji palsumu





Haziq Rosebi kembali menyanyikan semula lagu Allahyarham Azman Idris, bertajuk Zuraida. Al-Fatihah buat Allahyarham Azman Idris. 




Haziq Rosebi - Zuraida 'Lirik'.


Angin berhembus

Hujan gerimis

Kali pertama

Kita bersua


Mata bertentang

Hati berkata 

Senyum diukir

Tanda mesra


Kurenung wajahmu

Kau kerling malu

Zuraida, namamu

Zuraida, duniaku


Lemah dan lembut

Sopan berbudi

Wajah berseri manis sekali

Zuraida, dewi bunga hati


Hari berganti

Bulan berlalu

Mesra di hati

Beralih rindu

Duhai Zuraida


Kini bertemu

Hati yang rindu

Sama membina

Istana bahgia


Angin berhembus

Hujan gerimis

Kali pertama

Kita bersua


Mata bertentang

Hati berkata

Senyum diukir

Tanda mesra


Kurenung wajahmu

Kau kerling malu

Zuraida, namamu

Zuraida, duniaku


Lemah dan lembut

Sopan berbudi

Wajah berseri manis sekali

Zuraida, dewi bunga hati


Hari berganti

Bulan berlalu

Mesra di hati

Beralih rindu


Duhai Zuraida

Kini bertemu

Hati yang rindu

Sama membina

Istana bahgia


Zuraida

Zuraida

Zuraida




Lagu asal oleh Azie. Dinyanyikan semuala oleh Reedzwan. 



Sekilas ku teringat

Detik-detik yang lepas

Indahnya perkasihan

Semacam ku rasakan

Tak sanggup rasanya

Sesaat ditinggalkan


Dan seboleh-bolehnya

Ku ingin mengikutmu

Walau ke lurah dalam

Aku sanggup tenggelam

Demi kerana sayang

Apa jua kurela

Jiwa dan raga


Engkau saja yang sentiasa

Bermain di fikiran

Tiap masa dan ketika

Tak terlintas di hati ini

Untuk curang kepadamu

Oh kekasih


Aku berharap pendirian engkau juga

Sama-sama pertahankan kesetiaan

Walau diacu belati tajam mengugutku

Cinta aku kasih aku tetap untukmu

Himgga ke mati

Hanya itu mampu ku beri


Tersentak lamunan

Bila diri ini disentuh

Oleh seseorang

Ku cuba damaikan

Hati yang kian berkocak

Agar perasaan sedihku ini

Tidak nampak


Di pusara ini

Ku sedia berdiri

Bersama doa-doa

Tak putus kuhulurkan

Itulah tanda kasih... kasih

Kasih yang sebenar


Wajah dan senyum mu

Sentiasa kuangankan

Aduhai sayang….











Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top