Showing posts with label bintang. Show all posts
Showing posts with label bintang. Show all posts

 



Ku pandang diatas awan

Ku lihat bintang melambai

Ku hulur tangan menggapai

Tetapi tiada sampai


Ku tahu bintang menunggu

Namun apalah dayaku

Ku hanya mampu meratap

Di dalam ratapan sayu


Bintang kau jangan bersedih

Bintang kau jangan menangis

Tiada mampu ku ke sana walau telah direncana

Bintang kau tinggi di atas


Ku duduk rendah di bawah

Hidupmu berteman bulan bukan insan kekurangan

Bintang jangan kau terus begini

Nanti malammu tiada berseri


Kita akan tetap bersama untuk selamanya

Cuma lain suasana

Bintang hentikanlah

Tangisan yang akan menyiksa diriku


Bintang dengarkanlah

Ada satu pesanan terakhir dariku

Bintang kau pergilah

Kerna itulah yang terbaik untukmu


Bintang jangan kau terus begini

Nanti malammu tiada berseri

Kita akan tetap bersama untuk selamanya

Cuma lain suasana

Bintang hentikanlah

Tangisan yang akan menyiksa diriku

Bintang dengarkanlah

Ada satu pesanan terakhir dariku

Bintang kau pergilah

Kerna itulah yang terbaik untukmu

Bintang

Percayalah hanya engkau satu di dalam hidupku

Bintang


Sebutir bintang berkerlipan di angkasa

Seakan berbisik kepadaku

Menyatakan rindu yang membara dan bergelora


Dan aku melirik senyuman bersahaja

Seakan mendengar dan senada

Terbang tinggi meleraikan rindu yang membara


Cahayamu berkilauan

Grafiti diri

Raikan cinta yang bersemi dan abadi


Lihat itulah dia bintang

Permata berkilau di angkasa

Penuhi lah ruang ruang

Kagum dan takjub, memenuhi rasa


Lihat bintang-bintang di langit

Bersinarlah dengan cahayamu

Biar bintang-bintang di hati

Hias malamku dengan rindumu


Biar cubaan yang mendatang usahlah bimbang

Kan tetap teguh berdiri berjalan bersama

Seiring waktu jalan yang diyakini





Tinggal ku sendiri

Buat ku ternanti

Akan tibakah waktu uh

Oh waktu uh


Dan akhirnya hilangnya bintang

Yang selalu ada untuk

Menerangi setiap malamku


Dan kutahu kau di atas sana

Diselubungi awan nan gelap

Mengaburi mataku

Oh bintangku

Oh bintangku

Yang terunggul


Hm


Wo oh

Dan akhirnya hilangnya bintang


Dan akhirnya hilangnya bintang

Yang selalu ada untuk

Menerangi setiap malamku


Dan kutahu kau di atas sana

Diselubungi awan nan gelap

Mengaburi mataku

Oh bintangku

Yang terunggul




Saya seorang yang tidaklah begitu random. Apatah lagi untuk percaya manusia di internet ini. Pengalaman mengajar. Namun saya rasa mereka yang sudi memberi perhatian kepada perkongsian saya di mana-mana laman media sosial adalah insan yang wajar saya santuni. Kerana mereka menghargai apa yang saya tulis yang kadangkala kerap juga merepek. 


Untuk kesudian semua mereka, saya berterima kasih.
(Pada hari kiamat kelak) orang yang bersahabat saling bermusuhan di antara satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa.”
(al-Zukhruf:67)
Tentang dia (insan ini), hadirnya tiba-tiba. Kadangkala rajin juga tegur saya di twitter. Saya juga kerap hilang jika ada hal penting lain. Dan dia perasan ketidakberadaan saya! Itu sebenarnya agak menyentuh hati saya. Siapalah saya untuk orang sedar ada atau tiadanya, namun dia nampak. Kemudian dia menegur saya di facebook pula. Oh ya, asalnya saya tidaklah perasan dia di facebook dan di twitter itu orang yang sama (maafkan saya). Cuma sikap jujurnya itu yang mempunyai persamaan.

Apa yang menarik tentang beliau dan saya belajar daripada itu:
- Jujurlah walaupun mungkin menyakitkan asalkan tidakkan ada isu berbangkit.
- Perlu tahu prioriti. Mana penting, supaya tiada siapapun berkecil hati.
- Kita perlu kuat untuk orang yang kita sayang. Jadi, belajar untuk gembira.
- Apapun buat kerana Allah, baru hati tenang. Ikhlaskan.
- Setiap pandangan manusia berbeza, namun tidak salah kita mendengar.

Kata-kata dia yang saya ingat,
“Jangan risau. Allah ada. Dia jaga saya.”
“Kita yang minta. Jadi ini mungkin salah satu jalan yang Dia beri.”
“Kadangkala kita lihat luaran seseorang sahaja. Tapi dalaman juga penting.”
“Saya tahu Allah sayang saya, sebab itu saya dikelilingi mereka yang baik dan hebat.”
“Apapun keputusan kita nak buat, letakkan diri dan keluarga yang utama. Mereka lebih kenal kita berbanding yang lain.”
Dia seorang yang sering mengingatkan saya untuk apapun kembali kepada agama. Selalu. Dan paling penting selalu mengingatkan saya pada kematian (secara kiasnya). Berbakat dalam penulisan, namun dia tidak berminat menulis secara serius.

Banyak perkara yang membuatkan dia kelihatan kuat dan bersahaja. Walaupun ada masanya dia tegas dan mungkin sedikit garang (hehe), namun dugaan dan keadaan yang membentuk karakternya hari ini. Sampai kadang saya terlupa, saya sebenarnya yang lebih kakak. Dia kelihatan kuat, seorang pemberani, namun manis dengan sesiapa yang dikenalinya. Buat sahabat yang baik hati, terima kasih sudi menjadi pelangi dan bintang yang menceriakan hari. Moga terus sihat (tau!), manis dan diberkati keluarga seisi. Ya, semua manusia ada kelemahan, namun pastinya saya juga ada. Tak apa nanti kita saling topup sama-sama! :)

Ada jodoh, insya-Allah kita jumpa nanti ya, Siti Nadzrah Binti Rahim!
Sayang awak lillahitaala.


Nota: Moga kita sama-sama tidak lelah untuk terus saling menasihati. Moga kita kuat untuk terus istiqamah di jalan-Nya dan dipermudahkan perjalanan menuju ke sana. Insya-Allah. :)
"Friendship isn't about who you've known the longest, it's about who walked in to your life, said "I'm here for you," and PROVED it."

— Unknown










Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top