Showing posts with label nasyid 2024. Show all posts
Showing posts with label nasyid 2024. Show all posts

 Iman & Amal





Tiga ratus tiga belas

Silih berganti menyusur masa

Satu maksud tidak culas

Bawa manusia kepada Nya

Menuju kepada kalimah yang sempurna

Meneguh iman di dada


Kisah lalu zaman bersaksi

Wadah ini tak pernah berhenti

Umat akhir pewaris nabi

Penerus seruan hakiki

Mujahadah diri demi kalimah suci

Penebus Jannah Firdausi


Korban harta, korban masa

Berkorban nyawa itulah maharnya

Dunia hanya sementara

Akhirat jua selamanya


Tak akan pernah padam

Takkan pernah tenggelam

Fikir dakwah dan tabligh

Fikir seluruh alam

Maha kasih Allah

Kuntum khaira ummah

Hingga akhirnya ke syurga







Allah bersamamu ya Palestin

Bumi anbiya’ dan mujahidin

Dia hanya menguji dan menanamkan yakin

Akhir zaman ini jalan syahid


Mereka tak pinta air mata

Buat merungkai duka derita

Cukup untuk mereka doa-doa yang kudus

Yang lahir dari hati yang tulus


Terima kasih dunia yang pedulikan Gaza

Hingga bebas dan merdeka

Pasti suatu ketika kita sujud bersama

Aman di Masjidil Aqsa


اللهم إنا نجعلك في نحور اعداءنا

Ya Allah, kami letakkan Kamu di batang leher musuh-musuh kami

ونعوذ بك من شرورهم

dan kami berlindung dengan-Mu dari kejahatan mereka

اللهم بدد شملهم وفرق جمعهم

Ya Allah hancurkan kumpulan mereka dan pecahkan pakatan mereka

وشتت کلمتهم وزلزل أقدامهم

Leburkan pendirian mereka dan musnahkan langkah mereka

وسلط عليهم کلبا من کلابك

Cengkamkan anjing-anjing-Mu kepada mereka

يا قهار يا جبار يا منتقم يا الله

Wahai yang Maha Memaksa, yang Maha Perkasa, yang Maha Membalas, Ya Allah


Terima kasih dunia yang pedulikan Gaza

Hingga bebas dan merdeka

Pasti suatu ketika kita sujud bersama

Aman di Masjidil Aqsa


Terus bermunajat dan berdoa

Carilah ibrah dan hikmahnya

Ada antara kita yang paling istiqamah

Al-Mujib menjawab doanya







Perjalanan makin jauh

Tidak mudah sendirian

Ada waktu kuteruskan

Ada waktu ketakutan

Kadangkala sendirian

Perang dengan perasaan

Tiada teman yang paling indah, selain doa-doa


Perjalanan makin debar

Tidak ingin kukecundang

Jatuh bangun yang mengajarku

Senyum 'tuk bertahan

Tidak ingin pulang hampa

Tanpa ada perjuangan

Hanya niat yang tulus ini, terbangkan mimpiku


Moga ini bukan jalan matinya

Masih jauh jejak perjalananku

Kiri kanan penuh dengan rintangan

Sabarkan hati meneruskan impianku


Satu satu sinar akan menjelma

Hanya perlu waktu membuktikannya

Moga air mata jadi cahaya

Teguhlah hati dulu kini selamanya


Perjalanan makin debar

Tidak ingin kukecundang

Jatuh bangun yang mengajarku

Senyum 'tuk bertahan

Tidak ingin pulang hampa

Tanpa ada perjuangan

Hanya niat yang tulus ini, terbangkan mimpiku


Moga ini bukan jalan matinya

Masih jauh jejak perjalananku

Kiri kanan penuh dengan rintangan

Sabarkan hati meneruskan impianku


Satu satu sinar akan menjelma

Hanya perlu waktu membuktikannya

Moga air mata jadi cahaya

Teguhlah hati dulu kini selamanya


Selamanya










Pada-Mu oh Tuhanku tempat aku mengadu

Walaupun diriku berlumuran dengan dosa

Tika kalbu membeku, sulit perjalananku

Hanya keampunan-Mu yang ku harap ku damba

Engkau Maha Pengampun dosa yang ku lakukan

Belas maghfirah-Mu rahmat dan kemuliaan


Bukankah Engkau yang memberiku petunjuk

Tiada henti nikmat kurnia kepadaku

Dengan ihsan-Mu Kau ampunilah dosaku

Juga tutupilah keaibanku yang lalu


Andai Kau ampuni maafi kesalahanku

Dari kezaliman diriku yang melulu

Andai ku diseksa ku redha menerimanya

Meskipun nanti menderita dan sengsara


Fasihnya bila berzikir memuji Tuhannya

Namun membisu tika di kalangan manusia 

Katanya: Oh Kasih, hanya Engkau yang ku puja 

Hanyalah pada-Mu ku memohon segalanya

Akan ku pulihara cinta yang pernah tercemar

Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar


Rinduku dalam jaga, mimpiku dalam lena

Mengiringi langkah dengan cinta yang menyala

Dosaku tak tertanggung banyaknya tak terhitung

Namun ku yakini ampunan-Mu Maha Agung




TAJUK LAGU : SALLIM WA BAARIK
Saff One | Zaidie Wildan | Dzikri | Intisor | Acap Fine




اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (2x)

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ  
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ يا رَبِّ (2x)

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ  
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ  

هُوَ الْحَبِيْبُ الْمُصْطَفَى (2x)
مُحَمَّدٌ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ  

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (4x)

Limpahkanlah rahmat ke atas Nabi Muhammad, wahai Tuhanku (2x)

Ya Allah, berkatilah Nabi Muhammad
Dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim,
Dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

Dia kekasih dan terpilih (2x)
Muhammad sebaik-baik makhluk
Dia kekasih Allah yang mulia



RITMA PERJUANGAN




Titis keringat yang mengalir

Dan bersama merahnya darah tertumpah

Di sepanjang jalan


Jalan menuju kejayaan

Dan keredhaan

Penuh cabaran yang perlu dihadapi bersama


Tiada balasan lebih indah

Daripada Firdausi yang mempesona

Tiada taranya


Para pejuang kebenaran

Mara ke hadapan

Pantang berundur

Selagi hayat di kandung badan


Allah... Allah ya Allah

Allah... Allah ya Allah


Telah tertulis kemenangan yang sejati

Bagi insan yang berbakti

Kepada Ilahi


Biar terkurung dan tersungkur

Tak akan luntur

Semangat juang kan terus membara selamanya


Tiada balasan lebih indah

Daripada Firdausi yang mempesona

Tiada taranya


Para pejuang kebenaran

Mara ke hadapan

Pantang berundur

Selagi hayat di kandung badan





Allah... Allah ya Allah

Allah... Allah ya Allah





Dia pilihan tuhan

Cahaya kehidupan

Terangi jagat alam

Bersamanya rahmat tuhan


Redup awan bersamanya

Kembara membawa tanda

Bersamanya hukum tuhan

Insan mulia kekasih Allah


Umpama bulan purnama

Wajah yang indah

Dan kilau cahaya

Sikap dan tingkah

Lelaki mulia

Makhluk di langit

Bumi memujinya


Ya Rasulallah

Ya habiballah

Ya Nabiyallah

Ya Shafiyallah


Dialah hamba 

Berjiwa

Kemahsyurannya 

Tiada terkata

Ada pun bulan 

Yang terbelah dua

Di saksi Raja

Marakkan imannya


Di jalan malam

Pantasnya

Bakkah ke Aqsa

Ke pintu langitnya

Di cuci dada

Memilih jalannya

Menjadi hamba

Tidak menjadi raja


Dia pilihan tuhan

Cahaya kehidupan

Terangi jagat alam

Bersamanya rahmat tuhan


Redup awan bersamanya

Kembara membawa tanda

Bersamanya hukum tuhan

Insan mulia kekasih Allah


Pabila tiba

Di sana

Sidratul Muntaha 

Persembah dirinya 

Membawa 5 waktu 

Yang indah

Bersembah sujud 

Kepada yang Esa


Ya Rasulallah

Ya Habiballah

Ya Nabiyallah

Ya Shafiyallah







Tidak dipandang dunia

Namun ketahuilah

Namamu disebut di langit sana


Petah kata-katamu

Wahai pejuang agama

Menggerunkan musuh yang durjana


Resahnya di dalam hatiku

Menantikan khabar tentangmu

Hanya doa yang mampu ku kirim

Moga Allah lindungi dirimu


Singa Allah kau Abu Ubaidah

Terpancar keikhlasan darimu

Di sebalik wajah yang tertutup

Pejuang agama di akhir zaman


Sungguh malu kami kepadamu

Kami di sini penuh leka

Di saat kau berjuang untuk agama

Maafkan kami wahai sang perwira


Dari G4z4 menuju ke Syurga

Berkorban segala-galanya

Demi pertahankan Al-Aqs4

Namamu kan menjadi sejarah







BILA SUDAH JATUH CINTA


Hati mana tak berbunga

Disapa cinta dari-Nya

Bila terbit rasa sesal berdosa


Hati mana tak gembira

Bila dilabuhkan rasa

Ingin bersendirian bersama-Nya


Rasa ini tanda cinta-Nya

Bagi semua sang pencinta

Adilkah cinta bertepuk sebelah tangan saja?


Bila sudah jatuh cinta

Tiada yang lebih sengsara

Jika hati mula menjauhi cinta-Nya

Kerana pernah ku terasa indah cinta-Nya

 

Mengapa harus mencari

Cinta yang sedia ada?

Carilah hambatan yang menghalangnya


Hancur semua hambatan itu

Penuhilah relung hatiku

Cinta nan indah tak terjangkau di gapaian mata


Bila sudah jatuh cinta

Rindu tak lagi bermakna

Bukankah rindu hanya untuk yang tiada?

Kerana di hatiku sudah hadir cinta-Nya








NAFAS KEDAMAIAN


Ke mana hilangnya rasa kemanusiaan

Sehingga tangis dan darah menjadi mainan

Butakah kita melihat penjarahan di depan mata

Yang sekian lama hidup terbiar bagai tanpa dibela


Sampai bila dicengkam derita

Dihujani peluru jasad terkujur kaku pilu


Sampai bila diburu sengsara

Nyawa jadi taruhan

Anak kehilangan ayah dan ibu


Ayuh kita laungkan erti persaudaraan

Kibarkan panji jihad

Biar putih tulang keamanan disuburkan







Aswan:

Hari itu ombak ganas bergelora

Tibanya tak diduga 

Dan ku tak waspada

Sejauh jelajahku di laut dunia

Dakwa ku mahir sudah

Berlayar tanpa resah 


Aswan:

Rupanya masih muda

Membaca hikmah tersirat

Kala gelisah itu

Tertangkap mataku pada 


Aswan:

Berantakan mega

Di ruang udara

Merelakan lintasnya sinar suria

Mungkin kerana ini 

Berantakannya hati

Untuk merelakan sinar

Harapan dari Tuhanku 


Mahdi:

Gelora ombak nan tenang

Tak mungkin menjadikan ku mahir menongkah arus lautan


Aswan:

Jika diturut perasaan

Lebih aman saja aku berada di pelabuhan

Mahdi:

Namun bukan itu maksud pelayaranku

Aswan:

Apalah erti hujung nafasku

Tak kesampaian 

Aswan& Mahdi

destinasi cintaku oo.. 


Aswan:

Berantakan mega

Di ruang udara

Merelakan lintasnya sinar suria

Mungkin kerana ini 

Berantakannya hati oo..

CHORUS:

Untuk merelakan sinar

Harapan dari Tuhanku


Mahdi:

Selama ini

Berantakannya hati

Pandanganku terhijab emosi

Kerana aturan-Nya

Tak pernah tersalah

Namun ku gagal fahami

Bahasa cinta Ilahi

Aswan:

Kerana aturan-Nya

Tak pernah tersalah

Namun ku gagal fahami

Bahasa cinta Ilahi







BERDAMAI DENGAN TAKDIR


Tiada daun layu gugur 

tanpa pengetahuan-Nya 

Tiada ranting rapuh patah 

tanpa oh! qudrah-Nya 


Tak pernah debu berterbangan berserakkan 

tanpa irodah-Nya

Tak pernah nasib yang malang dan menimpa

jauh dari takdir-Nya


Kala takdirmu 

tak menepati mahumu

berdamailah

rela lepaskan kehendak itu 


Usunglah takdirmu

dalam husnuzon pada-Nya

Gontai kaki engkau melangkah dalam doa

Usunglah takdirmu

dalam husnuzon pada-Nya

Gontai kaki engkau melangkah dalam doa

Usunglah takdirmu

dalam husnuzon pada-Nya

Gontai kaki engkau melangkah dalam doa

Hati berselimut dengan iman dan taqwa




 


Kerna jasa buluh mencengkam

Tak ranap tebing dek gasakan

Sungai deras bukan halangan

Terus bertahan 

Terus bertahan


Namun tanpa tebing tiada

Ruang akar buluh dipasak

Agar ia menumbuh tinggi

Menjadi bukti

Kukuhnya bakti


Seperti madah terpilih

Umpama aur dan tebing

Kita saling menguatkan


Lihatlah sekelilingmu

Apakah ada yang memerlukan

Rasa empati

Akan susah payah mereka

Bukanlah harus kau berharta

Namun cukup hati yang mulia

Kerna Kita bagaikan satu tubuh


Lihat atas kiri dan kanan

Depan belakang juga bawahmu

Apakah ada yang memerlukan

Pertolonganmu

Belas darimu


Biarpun kecil kebajikanmu

Kemarau setahun pun terasa

Aman damai juga bahagia

Walaupun kerna

hujan sepagi 


Let’s make the world a better place

Strengthen our harmony and faith 

You and I together


*REPEAT


Lihat disekelilingmu

Masihkah ada yang memerlukan

Empati


*REPEAT


Kita sama bersaudara

Kita bagai satu tubuh

Bagaikan satu tubuh






Butir tasbihku putus ketika

Berselawat atasmu baginda

Telah aku letakkan jiwa

Menyatakan aku cinta


Namun kalah hanya dengan satu kata

Di Arasy sana dengan syafaatmu kau meminta

Ya Tuhanku dia umatku

Selamatkanlah dia


Bagaimana mampu engkau cinta sebelum bertemu

Berabad jaraknya aku denganmu

Tatkala engkau sudah tahu 

Dunia akhir ini mencabar imanku

Yang selalu jauh darimu


Jika nanti ada yang bertanya

Katalah sesuatu andai rasul di depanmu

Pasti kan hilang seluruh kosa kataku

Siapaku di depan insan yang amat menyintaiku


Bagaimana mampu kau cinta sebelum bertemu

Berabad jaraknya aku denganmu

Tatkala engkau tahu 

Dunia akhir ini mencabar imanku

Yang selalu jauh darimu


Bagaimana mampu engkau cinta sebelum bertemu

Berabad jaraknya aku denganmu

Tatkala engkau tahu 

Dunia akhir ini mencabar imanku

Yang selalu jauh darimu


Bagaimana engkau mampu cinta sebelum bertemu

Berabad jaraknya aku denganmu

Tatkala engkau tahu 

Dunia akhir ini mencabar imanku

Yang selalu jauh darimu





Sebutir bintang berkerlipan di angkasa

Seakan berbisik kepadaku

Menyatakan rindu yang membara dan bergelora


Dan aku melirik senyuman bersahaja

Seakan mendengar dan senada

Terbang tinggi meleraikan rindu yang membara


Cahayamu berkilauan

Grafiti diri

Raikan cinta yang bersemi dan abadi


Lihat itulah dia bintang

Permata berkilau di angkasa

Penuhi lah ruang ruang

Kagum dan takjub, memenuhi rasa


Lihat bintang-bintang di langit

Bersinarlah dengan cahayamu

Biar bintang-bintang di hati

Hias malamku dengan rindumu


Biar cubaan yang mendatang usahlah bimbang

Kan tetap teguh berdiri berjalan bersama

Seiring waktu jalan yang diyakini





Dia yang teristimewa

Yang selalu ada

Membuat hidup lebih sempurna


Dia peneman bicara

Pendengar setia

Hadir di saat suka duka


Sayang kaulah permata hati

Penghiburku di kala sepi

Di sampingmu aku merasa tenang

Dengan senyum tawa sendamu


Cintaku tak bergalang ganti

Kasih padamu sampai mati

Bawa bersama sehingga ke syurga nanti

Yalla habibi


Tuhan tolong jaga dia

Tuhan tolong berkatinya

Mudahkan urusan dia

Sejahtera dan ceria


Kuingin dia bahagia

Tak mahu kehilangannya

Kumohon terus bersama

Sampai ke sana





Lirik lagu Kembalilah - Fathi Saleem


Tersesat jalan di lembah onak berduri

Terkurung dalam sangkar dosa nan noda 

Yang menjijikkan liku yang berdarah ini

Dihambat resah sendirian..


Bergelimpangan jiwa insan yang alpa

Bergelumuran madu yang menghayalkan

Menghancurkan jiwa dimana janjinya hamba

Yang dulu bersumpah taat kepadanya..


Di manakah cintanya dulu yang setia

Pada penciptanya yang pernah kau damba

Harus bagaimana terjadinya nanti

Adakah bahgia atau kau terus terhina...


C/o

Hancur binasa jiwa melara hati tersiksa

Bila cinta pada dunia yang bergelora

Apa akhirnya nanti

Hati gelap binasa

Jiwa merana dan terus terleka


Kembalilah..

Pada tuhanmu yang

Menciptakan

Dia kasih dan sayang kepada hambanya


Mintalah kepadanya

Rahmat dan cintanya

Syurga menjadi destinasi abadi


Bergelimpangan jiwa insan yang alpa

Bergelumuran madu yang menghayalkan

Menghancurkan jiwa dimana janjinya hamba

Yang dulu bersumpah taat kepadanya


Hancur binasa jiwa melara hati tersiksa

Bila cinta pada dunia yang bergelora

Apa akhirnya nanti

Hati gelap binasa

Jiwa merana dan terus terleka


Kembalilah..

Pada tuhanmu yang

Menciptakan

Dia kasih dan sayang kepada hambanya


Mintalah kepadanya

Rahmat dan cintanya

Syurga menjadi destinasi abadi








Lirik:

Engkau bermula dengan sengsara

Dalam mencari bahagia

Terasa bagai bayang-bayang

Gelap walau disuluh cahaya


Pepasir pantai pun berubah

Pabila hakikat melanda

Ketenangan yang kau cari

Terpancar di lorong sufi


Kau hiasi rumah kasih abadi

Serik menghiasi singgahsanamu

Kau berjaya merubah segala

Kasih semalam menjadi esok


Kelunakan tangisan kasihmu

Dalam simpuhan ketaatan

Bagi mengharapkan keredhaan

Dari-Mu Tuhan pencipta alam


Rabiatul Adawiyah

Serikandi yang tercipta

Sungguh agung pengabdianmu

Kau berjaya menjadi iktibar


Namamu menjadi sanjungan

Ikutan ummah sepanjang zaman

Ayuh bersama kita susuri

Perjalanan kekasih Allah


Rabiatul Adawiyah

Serikandi yang tercipta

Sungguh agung pengabdianmu

Kau berjaya menjadi iktibar


Asmaramu di hampar suci

Pintalan dari awanan putih

Membuahkan titisan rahmat

Menyuburkan mawar yang layu


Rabiatul Adawiyah







Keras dan pejal bebatuan di Jabal Thur

Begitulah jua cekalnya hatimu

Kau bukanlah mujahidah yang menghunus senjata

Namun jasamu besar di lembaran hijrah 


Duhai Zatun Nitaqain

Wanita yang memiliki

Dua selendang pinggang

Gelaran penghormatan

Dari Rasulullah kerana khidmatmu


Selendang itu dikoyak jadi dua

Demi mengikat bekalan

Minuman baginda

Dan lagi satu kau ikat pada sufrahnya

Walaupun sarat mengandung

Kau korbankan jiwa raga


Kau puteri bestari

Telah terpateri

Pengorbananmu


Duhai Zatun Nitaqain

Wanita yang memiliki

Dua selendang pinggang

Gelaran penghormatan

Dari Rasulullah kerana khidmatmu


Selendang itu dikoyak jadi dua

Demi mengikat bekalan

Minuman baginda

Dan lagi satu kau ikat pada sufrahnya

Walaupun sarat mengandung

Kau korbankan jiwa raga


Asma’ Abu Bakar

Kecerdasanmu amat tinggi

Mengatur rancangan penuh teliti

Menghantar bekalan seraya mengkhabarkan Nabi

Rencana musyrikin dipacu tirani


Asma’ Abu Bakar

Bijak meramal kemungkinan

Menuju Gua Thur tempat sembunyian

Menyamar bagai gembala

Agar jejakmu kan terhapus

Dari diekori musuh yang rakus


Dikaulah puteri bestari

Pengorbananmu telah terpateri

Jadi tamsilan buat diri ini







HARUM SETANGKAI DOA


Sebak menyusuri perjalanan duka

Sepi bertamu jadi teman bisu paling setia

Derap kenangan yang diukir bersama

Mewangi di laman persaudaraan kita


Sunyi dibatasi alam yang berbeza

Angin bertasbih di antara nisan di pusara

Takdir dan ketentuan pun berbicara

Memisahkan, mengasingkan jasad dan nyawa


Tiada lagi derai tawa

Tiada lagi teman bersenda

Pemergianmu tiada terduga

Menghadap-Nya Tuhan Maha Pencipta


Begitulah kehidupan

Kan bertemu pengakhiran

Perjalananmu mengharap redha

Diiringi harum setangkai doa


Kelahiran, kematian

Diserta dengan tangisan

Hujung hayatnya seorang insan

Berakhir di suatu persinggahan



Al-Fatihah buat Allahyarham Suhaimi Saad dan semua yang telah pergi meninggalkan kita. Moga mereka diampunkan Tuhan dan ditempatkan di kalangan mereka yang beriman. 








Anem Arnamee 2026 © TERIMA KASIH ♥



click to te top